Wednesday, February 13, 2013

Calistung? Siapa Takut? (bagian 1)



Awal tahun, selalu terjadi keresahan yang sama diantara para orangtua, terutama yang memiliki anak usia 5-6 tahun. Sudah siapkah untuk masuk Sekolah Dasar? Bagaimana tes masuknya? Ada tes calistung nggak?

Dilema yang dihadapi para orangtua (juga sekolah, sebenarnya) adalah adanya tes calistung (Baca Tulis Hitung) sebagai bagian dari tes masuk SD, di beberapa sekolah dasar, sementara kemampuan anak untuk membaca saja mungkin belum memadai, apalagi jika di TKnya tidak diajarkan calistung secara khusus.

Padahal berdasarkan Peraturan Pemerintah no 17 tahun 2010, tidak ada pembelajaran calistung khusus di PAUD, dan tidak boleh ada Tes Calistung sebagai tes masuk Sekolah Dasar. Berikut kutipannya :

Pasal 66 tentang Program Pembelajaran PAUD
Program  pembelajaran  TK,  RA,  dan  bentuk  lain yang             sederajat    dilaksanakan    dalam    konteks bermain yang dapat dikelompokan menjadi:
a.    bermain dalam rangka pembelajaran agama dan akhlak mulia;
b.    bermain dalam rangka pembelajaran sosial dan kepribadian;

c.    bermain  dalam  rangka pembelajaran  orientasi dan pengenalan pengetahuan dan teknologi;
d.  bermain  dalam  rangka  pembelajaran  estetika;
dan

e.    bermain  dalam  rangka  pembelajaran  jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Juga ini :
Pasal 69 tentang Penerimaan Peserta Didik, ayat (5) :
Penerimaan peserta didik kelas 1 (satu) SD/MI atau bentuk lain yang sederajat tidak didasarkan pada hasil  tes   kemampuan   membaca, menulis, dan berhitung, atau bentuk tes lain.

Baca juga ini :
http://www.paudni.kemdikbud.go.id/asal-tanpa-paksaan-anak-tk-boleh-diajari-calistung/
http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/15/polemik-calistung-di-tk-371622.html
--
Lalu bagaimana dengan sekolah-sekolah yang ada sekarang ini? Mau dituntut? Di demo karena menyelenggarakan tes Calistung untuk tes masuk? Ya, mungkin seharusnya begitu. Tapi saya yakin, akan ada lebih banyak orangtua yang memilih mengajarkan anaknya calistung supaya lulus tes, daripada menghabiskan waktu dan tenaga untuk menuntut sistem pendidikan lokal, yang hanya akan ditanggapi sinis oleh pihak sekolah yang dimaksud dan bahkan orangtua lain.
“Kalau emang anaknya nggak bisa calistung, nggak usah cerewet! Gitu aja kok pusing?”

Lalu apa yang bisa kita lakukan SEKARANG sebagai orangtua?

Mencari TK yang mengajarkan calistung? Mungkin, tapi harus dilihat bagaimana system penyampaian materinya. Metode pembelajaran yang akan membuat anak TK bosan dan mogok belajar (bisa berlanjut hingga ia SD), adalah belajar dengan worksheet, mengerjakan soal, drilling (mengerjakan materi yang sama secara berulang2), apalagi ditambah PR dan target nilai.
TK itu seharusnya full bermain. Jika guru TKnya cerdas, bisa kok memasukkan pengenalan huruf, angka, dasar-dasar calistung, dengan cara bermain yang menyenangkan.

Mencari SD yang tidak melaksanakan tes Calistung? Ini cara yang paling cepat dan mudah menurut saya. Masih ada kok sekolah-sekolah (baik negeri atau swasta) yang menjalankan PP 10/2010 dengan benar. Tapi ini berarti, orangtua harus lebih rajin survey dan mempelajari beberapa sekolah dasar di sekitar lingkungan tempat tinggal. Selain tentang tes masuk, yang harus diperhatikan di sekolah yang disurvey adalah bagaimana penanganan anak-anak yang tertinggal kemampuan calistungnya di kelas. Apakah gurunya ramah dan bersedia memberi bimbingan lebih di kelas? Apakah anak akan dipaksa mengikuti kecepatan belajar teman-temannya? Atau anak malah stress karena merasa tertinggal dan dicap bodoh?

Ada cara yang lebih baik, dan tentu saja menyenangkan, dear moms..
Yaitu, ajarkan mereka calistung sejak mereka usia setahun atau malah masih bayi!
Memangnya bisa?

Banyak kontroversial tentang ini juga, memang. Banyak metode dan bahan pengajaran membaca untuk bayi yang dijual di toko-toko buku. Tapi bukan ini yang saya maksud. Metode pengajaran calistung yang saya gunakan tidak butuh buku khusus, atau kartu baca metode tertentu, dan bisa dilaksanakan oleh siapa saja, tidak perlu training khusus.
Modal utamanya hanya : Cinta dan Waktu.

Moms mau coba? Cek di artikel berikutnya ya..

2 comments:

  1. Iya... mba betul. Sekarang ini para orangtua berlomba2 meng kursuskan anak2nya supaya bisa baca tulis hitung, karena memang mungkin tuntutan dari sekolah SD. Seharusnya dari pihak Diknas nya ya... yang memberikan penyuluhan kepada SD2, supaya tidak ada lagi tes calistung begitu masuk SD. Salam kenal...

    ReplyDelete
  2. kemarin saya nanya2 sama tetangga tentang plyagroup x, kata dia PG kurang bagus.. meskipun pendidikan agamanya bagus, tapi calistungnya kurang di-drill (padahal saya memang lagi nyari PG yang begitu hehe)..

    ReplyDelete