Thursday, August 1, 2013

Dilema Calistung : Tentang Belajar Membaca (bagian 1)

Masih ramai perdebatan tentang kapan seharusnya anak diajari calistung, apakah ketika TK? Atau ketika di kelas 1 SD, sesuai dengan Peraturan Pemerintah?
Lalu apakah proses pengajaran calistung itu harus dibebankan pada sekolah? Bagaimana sebenarnya peran orangtua di rumah? Bukankah orangtua yang sebenarnya khawatir dan lebih berambisi agar anak-anaknya cepat bisa membaca, mampu menulis dengan rapi, dan pintar berhitung?

Bagian 1 : Tentang Belajar Membaca
Belajar baca yuk Nak! (gambar dari sini)

Saya sendiri tidak ingat persis kapan saya mulai mengajarkan Hani membaca. Karena buat saya, belajar itu adalah proses yang panjang dan perlahan, yang seringkali baru dirasakan efektifitasnya di akhir proses. Yang jelas, sejak bayi-balita, saya sering membacakannya cerita, membelikannya buku sesuai usianya, mengajaknya berbicara (dengan bahasa yang benar, bukan bahasa bayi) dan mengamati lingkungannya. Saya pernah juga membeli beberapa buku aktifitas atau bimbingan untuk belajar membaca, tapi biasanya hanya terpakai di halaman-halaman awal, karena anaknya cepat sekali menangkap ilmu baru, namun juga cepat bosan. Tapi belajar membaca secara khusus, apalagi sampai les? Nggak pernah..

Tapi begitu saja, ketika TK pun saya biarkan ia menjalani proses belajar dan bermain di sekolahnya, tanpa saya beri target akademis harus bisa ini dan itu. Awal TK A, dia masih belajar membaca dan menuliskan namanya sendiri, dan ketika TK B, ketika banyak teman-teman lainnya masih harus belajar membaca, dia sudah lancar. Seringkali gurunya harus mengalihkan perhatiannya dengan memberi kertas warna, kertas gambar, gunting, lem, dan membiarkannya asyik sendiri di pojok kelas, daripada iseng menganggu temannya yang sedang belajar membaca.

Pernah saya mengikuti workshop Calistung di sebuah sekolah di Depok (anak saya sekolah di TK lain di Cibinong, jadi saya datang sebagai peserta umum), yang modul materinya menjadi salah satu sumber referensi buku saya yang pertama, "Main Matematika Yuk!". Di sana saya belajar bahwa belajar calistung bisa di buat menjadi begitu menyenangkan. Beberapa teknik yang diajarkan di sana sudah saya praktekkan di rumah, namun banyak juga ide-ide permainan baru yang bisa saya terapkan. Berikut ini saya rangkum sebagian besar ilmunya.

Dalam konsep The Whole Language, Membaca (Reading) adalah bagian dari 4 komponen bahasa (Mendengarkan/Listening, Berbicara/Speaking, Menulis/Writing, Membaca/Reading), yang semuanya saling berkaitan, sama pentingnya, dan harus dikembangkan maksimal. "Membaca" juga bukanlah sekedar mampu menyebutkan kumpulan-kumpulan huruf tertentu, namun membaca dalam arti luas adalah mampu mengungkapkan kembali apa yang kita lihat (dalam bentuk apapun), termasuk membaca gambar, peta, rambu, raut wajah, cuaca, dll.
Yang lebih penting --dan sayangnya sering dilupakan para orangtua-- bukanlah bagaimana agar anak BISA membaca, tapi SUKA membaca. Dengan SUKA membaca, anak akan menikmati prosesnya, dan berlanjut hingga ia dewasa.

Apa yang harus dilakukan orangtua agar anak SUKA membaca?
Sudahkah kita melakukan hal-hal dibawah ini?
- Orangtua rajin membaca, sehingga anak melihat bahwa membaca itu menyenangkan
- Menyediakan berbagai buku dirumah, sesuai dengan usia anak, yang mudah dilihat dan diakses anak, sehingga ia melihat buku ada dimana-mana, menjadi kesehariannya, dan ia bisa membaca (atau sekedar melihat-lihat isinya) kapanpun ia mau.
- Sesering mungkin membacakan buku cerita atau buku lainnya, atau sekedar menunjukkan gambar-gambar dalam buku.
- Tunjukkan isi buku yang pernah 'dibaca', dalam kehidupan nyata di sekitar. Misalnya bunga, hewan, jalanan, kendaraan, pantai, gunung, dll, kaitkan dengan buku yang pernah dibaca bersama.
- Berikan buku sebagai hadiah ulangtahun atau reward. (saya malah sering membelikan Hani buku, tanpa ada alasan atau even tertentu, terutama ketika menemukan buku bagus dengan harga diskon)
- Mengajak anak ke toko buku atau ke even-even yang melibatkan buku (pameran, bazaar, dll)

Ajak anak menikmati bukunya bersama kakak, adik dan temannya, jadi tambah seru! (sumber gambar dari sini)

Lalu kapan anak mulai diajarkan membaca?

Proses belajar membaca sebenarnya bisa dimulai sejak anak dalam kandungan, dengan mengajaknya berbicara, mempendengarkan ayat-ayat suci, musik klasik, bahkan membacakannya cerita. Setelah anak lahir, lanjutkan prosesnya dengan menyanyikan lagu, membacakan cerita dari buku atau mengarang sendiri (setiap saat, tidak hanya sebelum tidur). Ini akan menstimulasi pendengarannya, mengasah kemampuan Listening. Ketika anak mulai mengoceh dan berbicara, rajinlah mengajaknya mengobrol, ajak ia berbicara dengan bahasa yang baik, bukan meniru kata-kata bayinya yang lucu, sehingga kemampuan Speakingnya perlahan terasah.

Ketika ia mulai suka menjelajah, suka corat-coret, berikan ia media yang tepat dan aman, bukannya dilarang/dihalang-halangi. Latih motorik halusnya dengan permainan-permainan menyenangkan, untuk persiapan latihan menulisnya (Writing). Lebih lanjut tentang ini akan dibahas khusus di bagian berikutnya.

Ketika ia sedang tertarik dengan buku (yang bergambar banyak), ajak ia menyebutkan benda-benda di dalam gambar. Berikan permainan-permainan yang edukatif dan merangsang imajinasinya. Mainan edukatif tidaklah selalu mainan mahal, manfaatkan saja benda-benda yang ada di rumah. Bisa juga dengan melabeli benda-benda yang ada di rumah, meja, kursi, pintu, kulkas, jendela, dll sehingga anak mulai bisa mengasosiasikan antara benda nyata dengan simbol tulisannya. Lanjutkan prosesnya hingga ia balita, secara bertahap dan konsisten.

Ketika anak sudah menyukai proses belajarnya, selanjutnya akan lebih mudah untuk mengajarinya membaca. Tahapan belajar membaca adalah : membaca gambar, mengenali huruf tunggal (a,b,c, dst), membaca suku kata terbuka (bu-ku, ma-ta, bo-la, dst), membaca suku kata tertutup (berakhirkan konsonan/huruf mati), membaca diftong/sengau (au, ai, ny, ng), membaca double konsonan, terakhir adalah membaca dengan pemahaman.

Metode apa yang digunakan untuk belajar membaca?
Terserah, mau pakai sistem eja, langsung ke suku kata, pakai Glenn Doman, kartu baca, flashcard bergambar, apapun, yang penting adalah anak menyukainya dan tidak menjalaninya dengan terpaksa. Sesuaikan saja dengan karakter anak. Anak yang aktif dan tidak bisa diam, mungkin berbeda cara belajarnya dengan anak yang cenderung tenang dan bisa duduk diam.

Yang penting juga adalah, orangtua juga harus menyukai proses belajar ini bersama anak. Lakukan dengan antusias, tidak setengah hati. Antusiasme itu menular lho!
Lakukan tanpa target dan paksaan. Support ia ketika minat membacanya mulai tumbuh.

Ada yang mau menambahkan?

(Sumber bacaan : modul Parent-Teacher Workshop: "Persiapan Membaca, Menulis dan Menghitung untuk Anak Usia Dini", Sekolah Islam Al Fauzien, Depok, 23 Desember 2006)

7 comments:

  1. salam kenal mak :D
    kalo saya awal mengajari anak2 itu waktu playgroup (belum punya anak tp guru playgroup dulu) hehe......tapi ini buat bekal saya nanti,makasih sharingnya mak :D

    ReplyDelete
  2. inspiratif mak.. makasih..
    alhamdulillah klo ngajak anak utk suka buku udah dpraktekin.. tinggal pasang2 label di rmh nih :D

    ReplyDelete
  3. Ibu saya juga suka bacain dongeng-dongeng. Atau kalau lagi pergi ke suatu tempat dan ada tulisan, pasti diajak ngeja bareng-bareng. Terus tahu-tahu bisa baca deh...

    ReplyDelete
  4. Hampir semua yg tertulis di sini sudah kami lakukan. Bahkan sekarang pun sudah TKA tetapi kami tidak menargetkan Rangga untuk bisa CALISTUNG. Tujuan kami mamasukkan di ke TK adalah untuk mencari teman, karena di lingkungan rumah kami tidak ada anak keci. Usianya saat ini 3thn 8bln.

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah saya juga sudah menerapkan tips2 di atas mba. Si sulung sekarang gemar sekali membaca buku cerita dan selalu minta di dongengin dan sepertinya si bungsu sudah menunjukkan tanda2 seperti kakaknya. makasih sharingnya... Salam kenal...
    Visit my blog ya... di www.umminyathaya.blogspot.com

    ReplyDelete
  6. Setuju ... Sudahkan orang tua senang membaca dan memfasilitasi media baca

    ReplyDelete
  7. 汳몸끙바놌 1지노 [카지노사이트 사이트
    카지노사이트 kirill-kondrashin 가쿤가틜 따땊 가틜 5기트 사이트 가틝톄 카지노 사이트 가틜

    ReplyDelete